Skip to main content

Prahara Mencari Cinta

Gimana caranya kita mau mencintai orang lain kalau kita tidak mencintai diri sendiri dulu? 
 
Beberapa tahun lalu, ketika gue masih gundah gulana kesana kemari mencari makna cinta, gue mendapat pencerahan #tsah

"Lu udah siap pacaran belom?" begitu tanya seseorang ke gue. Gara-gara kalimat itu, gue pun mikir lagi. Setelah ngobrol beberapa saat, gue baru disadarkan... Sebelum memulai cinta baru, kita harus selesai dulu dan berdamai dengan apapun yang sedang kita pergumulkan. Kita gak bisa bawa luka lama ke hubungan baru, yang ada kita cuma bakal ngerusak hubungan baru itu. 

Tiap orang punya cara berbeda dalam proses melepas. Gue? Gue nulis.
 
Tulisan berikut merupakan proses letting go gue sekaligus intermezzo ketika penulis masih membereskan diri dan memantaskan diri mendapatkan cinta:
 
Letting Go
 
Apa yang bisa kulakukan ketika kepastian belum juga diberikan?
Sinar mentari pun terasa dingin, akal pun hilang terhempas angin.
Lalu bagaimana? Walau kau kenali lara, tak kau jalan pula!
Tangismu pun kentara! Tapi tak kau hapus jua...
Lambaian tanganmu penuh makna.
Memupuskan asa, membungkam bahasa, serta menikam rasa.
Kenanganku pun kembali ke sore itu mesra.

Lantas ketika cinta memilihmu, aku bisa apa?

Cinta itu bukan sesuatu yang gue anggap eksakta. Contohnya kalimat "Gue bukan orang yang pandai tentang cinta." But then again, dalam cinta siapa sih yang sebenernya pinter? Tetapi gue selalu mencoba belajar untuk lebih lagi mencintai daripada dicintai.

Cinta itu membingungkan. Ketika engkau tahu kemana kan berlabuh, tetapi kian hari kau sadari tempat yang kau tuju bukanlah pelabuhan melainkan tempat transit. Apakah boleh kita menetap di tempat transit itu? Mungkin tidak. Dan engkau boleh kesal, marah, dan bersedih. Tapi kalau kalian udah bosen sedih, itu tandanya kalian udah harus pergi lagi. I know, gue juga gak suka perpisahan. Proses pendewasaan memang gak enak. Tapi percayalah this too shall pass.

Cinta itu melelahkan. Berkorban, memaafkan, merelakan, semua itu melelahkan. Tetapi jika benar cinta, bukankah semua itu worth it? Apalagi ketika melihat senyum riang orang tersayang tidak hilang.

Cinta itu... Apa?

Ketika dia hadir, dunia terasa hangat. Ketika dia pergi, dunia terasa hampa.

Aku selalu mencoba untuk jadi sempurna untukmu.
Tapi aku sadar...
Menjadi yang sempurna itu gak bisa. Karena tidak seharusnya cinta mencari yang sempurna.

Kata mereka pria tidak boleh menangis, lalu apa yang harus kukatakan pada mereka tentang yang menetes keluar dari mata ini?

Kata mereka, ketika kau mempercayai satu hal, tidak masalah jika kau harus mengorbankan segalanya. Lantas apakah yang terjadi jika ku percayakan cintaku padamu? Apakah kau juga akan mempercayakan cintamu padaku?

Walau begitu, aku tahu dan mengerti tentang melepas dan merelakan. Aku paham betul. Dan ketika momennya tiba, aku pun akan beranjak. Suatu saat kita akan bertemu lagi. Mungkin di kenangan.

Dengan berakhirnya post ini, aku pastikan hati ini sudah kembali berlayar. Menjauhi tempat transit, membentangkan layarnya, lepas darimu :)
 
Juan Sebastian, circa 2019
 
Sekian intermezzo kali ini.

Comments

Popular posts from this blog

Pandora Bergelora!

Dasar manusia gabut, padahal udah dibilangin dengan lembut, perginya tetep ngebut, datengnya gak disambut, dikagetin jadi takut, nyawa hampir ke rebut, jantung berkedut, nyali jadi ciut, muka kayak marmut... KANCUT! Namanya mahasiswa ya, pasti butuh refreshing. Semester 5 kemarin merupakan semester yang berat buat gue dan temen2. Gue dan Junic memutuskan untuk refreshing sejenak. Di sela2 sibuknya UAS, kita berencana untuk pergi main ke Pandora Kelapa Gading. Ngajak anak desain jalan itu kayak ngajak temen lu tawuran pake sebatang lidi tapi lawan lu pake celurit dan sobat sobat mengerikan lainnya. Setelah melewati proses seleksi, interview, uji emisi dan tes kelayakan, akhirnya kita dapet 9 orang. Terbentuklah Team Berani Mati FSRD Untar secara tidak sengaja.    Pasukan (Gak) Berani Mati Belakang (Dari Kiri ke Kanan) : Juber, Liam, Didit, Vernando, Derrick Depan (Dari Kiri ke Kanan) : Asep, Junic, Nando, Dado Disini gue bakal kenalin sekilas temen - temen ya...

Awal Mula

Nama gue Juan Sebastian . Biasa dipanggil Juan, Juber , atau nyet. Gue dikenal juga dengan nama Juan Beruang. Kenapa? Ya karena because. (Sebenernya males jelasin soalnya panjang). Intinya nama Beruang udah melekat banget sama gue. Itu udah jadi personal branding gue. Saat ini gue lagi berkuliah di suatu universitas yang namanya gue samarkan menjadi UNTAR aja.... Eh... Yaudahlah... Gue adalah mahasiswa DKV Semester 6 yang sedang bercokol dengan pusing - pusingnya menghadapi persiapan magang, tugas akhir, dan lomba. Saat ini gue sedang mendalami dunia periklanan (bukan perikanan) karena peminatan gue adalah Advertising . Di Advertising, biasa posisi kita from the start adalah Junior Art Director atau Junior Copywriter . Untuk saat ini, aim gue kedepan sih pengen jadi Copywriter. Tapi sebelum terjun ke dunia ini, gue yakin gue lagi di gembleng sama dosen - dosen gue supaya kedepannya gue dan kawan - kawan bisa sukses di dunia periklanan. Blog ini bakalan berisi seputar...

Taichan Senayan Bikin Kelabakan

Prolog : Malam kian menjelang, hati tidak riang, karena menghabiskan waktu bersama batang. Mencari makan keliling selatan menghindari rasa bosan, akhirnya sampe senayan buat makan taichan. Abis makan, tengkuk kesakitan, gigi gemeteran, tenggorokan kehausan, saling salah - salahan, siapa yang naro mecin duluan, tapi yaudah untung teman... JADI GINI... Jumat : Wacana diawali oleh Junic yang ngajak jalan di malam minggu. Gue skeptis. Gue kira dia bercanda soalnya kan dia udah pacaran, gue kira dia bakal malmingan kan. Gue tanya lah ke dia dengan agak ngegas, "Lah lu gak malmingan?" dan ternyata gue kembali di gas... Katanya "Lu nyuruh gue malmingan ke cibubur niak motor gitu?" Dan gue tersadar bahwa pacarnya Junic lagi pulang dan gk lagi di Jkt. Berbekalkan semangat 45, gue dan Junic mulai ngelobi orang - orang buat jalan di malam minggu kelabu hari itu. Kita akhirnya berhasil ajak Hadi, Axel, dan Vernando. Awalnya rencana makan di Ayam Goreng Borobudur di dek...